Tari Balet Dan Persiapan Menjadi Penari Balet

Tari balet adalah salah satu jenis tarian yang memadukan banyak hal. Dalam pertunjukannya, balet selalu memadukan teknik menari dengan kaki sebagai tumpuan utama, mimik wajah, akting, musik, jalan cerita, dan efek-efek lainnya. Tari balet adalah kesatuan teatrikal yang ditampilkan secara elegan dalam sebuah pertunjukan yang terkonsep dengan sempurna.

Tari Balet

Pada artikel ini Anda akan mengenal lebih dalam tentang balet mulai dari sejarah hingga pernak-pernik yang terkait dengan balet.

  1. Sejarah Balet

    Tahukah Anda bahwa tari balet hingga kini telah berusia kurang lebih 500 tahun? Selama lima abad, tari balet mengalami transformasi dari tarian yang dilakukan di lapangan menjadi tarian di panggung pertunjukan. Pun balet yang awalnya hanya pertunjukan biasa berubah menjadi pertunjukan teatrikal yang memiliki elemen akting dan jalang cerita yang kuat.

    1. Asal-Usul Tari Balet

      Balet yang banyak dipelajari pada era modern sekarang berasal dari Italia. Pada abad pertengahan, pertunjukan lapangan di Italia berkembang dari yang awalnya sederhana menjadi lebih kompleks dengan hadirnya balet. Pada masa awal tarian ditampilkan, teknik-teknik menari belum diajarkan dan konsep teatrikal tidak dikenal. Seseorang yang ahli menari akan tampil di tengah lapangan dan diikuti oleh penonton yang juga ingin menari.

      Pertunjukan balet banyak digelar pada upacara pernikahan. Mempelai yang mengikat sumpah akan mengadakan pertunjukan ini di lapangan sebagai hiburan untuk para tamu. Bangsawan atau orang kaya di Italia menjadikan pertunjukan balet sebagai bukti bahwa mereka mampu menghadirkan hiburan yang mahal kepada masyarakat.

      Seiring dengan berjalannya waktu, balet mulai banyak dipelajari oleh bangsawan. Para ahli tari menjadi guru mereka untuk mempelajari hal-hal dasar terkait balet. Orang-orang seperti Domenico da Paicenza, Antonio Cornazzano, dan Guglielmo Ebreo menjadi ujung tombak perkembangan balet dari waktu ke waktu sebelum akhirnya kesenian ini dibawa ke Prancis.

    2. Perkembangan Tari Balet Abad ke-16 dan 17

      Balet masuk ke Prancis pada abad ke-16 setelah Henry II menikah dengan aristokrat Italia bernama Catherine de’ Medici. Wanita yang sangat mencintai balet ini memperkenalkan balet kepada banyak warga di Italia terutama golongan bangsawan dan orang kaya. Tidak hanya memperkenalkan balet saja, dia juga mendirikan sekolah balet yang cukup besar. Dia mendanai setiap kegiatan di sekolah itu untuk mencetak penari-penari yang andal.

      Pada era Catherine de’ Medici, balet sudah mulai menggunakan musik, lagu, dekorasi, dan kostum. Tapi, teknik gerakan yang pakem baru dibuat pada era pemerintahan Louis XIV. Seorang guru tari raja Prancis, Pierre Beauchamp, mendesain lima posisi pada kaki dan juga lengan. Dia menyempurnakan gerakan-gerakan dasar balet agar mudah dipelajari banyak orang termasuk raja Louise XIV yang memiliki hasrat besar di dunia pertunjukan.

      Kecintaan Louise XIV pada balet membuatnya menciptakan Académie Royale de Danse. Akademi ini diketuai oleh Pierre Beauchamp yang merupakan guru tarinya sendiri. Pada akademi ini, balet berkembang dengan pesat dan panduan-paduan dalam menari serta pertunjukannya dibuat dengan lebih detail. Panduan ini digunakan sebagai pakem balet selama berabad-abad sebelum akhirnya dilakukan perbaikan di berbagai sektor.

      Sejak diperkenalkan di Prancis pada abad ke-16, kepopuleran tarian ini pun semakin meningkat. Bahkan istilah balet muncul dari salah satu kata Bahasa Prancis yaitu ballo yang akhirnya bertransformasi menjadi balleto hingga dikenal oleh masyarakat modern sebagai balet.

      Pertunjukan balet yang awalnya hanya ada di Italia dan Prancis kemudian menyebar ke banyak negara seperti Spanyol, Portugal, Polandia, dan Jerman. Pertunjukan demi pertunjukan yang dilakukan oleh para seniman Prancis membuat keberadaan balet tidak bisa dibendung lagi.

    3. Perkembangan Tari Balet Abad ke-18

      Memasuki abad ke-18, teknik dan standar tarian balet mulai berkembang dengan pesat. Tarian yang berpusat pada tumpuan kaki dan gerakan tangan ini mulai digabungkan dengan pertunjukan opera di seluruh Prancis. Pada periode ini, keterampilan balet mulai dibagi menjadi tiga teknik formal bernama sérieux, demi-caractère dan comique.

      Perkembangan balet yang pesat di Prancis juga dibarengi dengan perkembangan balet di negeri asalnya Italia. Setiap tahun saat Venice Carnival diadakan, penari-penari dari benua Eropa berdatangan ke Venice. Mereka ingin mempelajari tarian balet yang autentik untuk dikembangkan di negaranya setelah acara selesai nantinya.

    4. Perkembangan Tari Balet Abad ke-19

      Memasuki abad ke-19, balet yang awalnya banyak dilakukan oleh pria berubah haluan menjadi tarian andalan wanita. Banyak penari balet wanita atau balerina yang menjadi bintang di negara-negara Eropa. Mereka dilatih dengan sangat ketat sehingga setiap ada pertunjukan besar, balerina inilah yang menjadi pusat perhatian.

      Masih pada era yang sama, profesionalisme balet mulai diperhitungkan. Banyak perusahaan besar mulai membuka sekolah atau akademi balet untuk mencetak penari yang andal. Pada abad ke-19, pusat perkembangan balet terletak di Vienna. Apa-apa saja yang terkait dengan balet bisa ditemukan di kota ini, termasuk pelatih balet paling berpengaruh di Eropa.

      Saat balet di Prancis mulai meredup pada medio abad ke-19,  tarian ini justru naik daun di Rusia. Negara yang membentang dari Asia ke Eropa ini mengadopsi konsep balet dan mengembangkannya sendiri sesuai tradisi Rusia. Pertunjukan demi pertunjukan yang sukses di Rusia membuat balet menjadi industri yang cukup menggiurkan. Sekolah dan akademi balet mulai didirikan untuk mencetak penari yang hebat.

    5. Perkembangan Tari Balet Abad ke-20

      Pada abad ke-20, tari balet berkembang dengan sangat pesat di Rusia. Bahkan, ketenaran dari balet dibawa kembali ke Prancis untuk dikembangkan di sana. Pada periode ini, balet mulai banyak mengangkat cerita-cerita hebat seperti Romeo dan Juliet. Pertunjukan teatrikal jadi lebih bernas sehingga siapa saja yang melihat bisa menikmati perpaduan antara gerakan yang indah dan jalan cerita yang kuat.

      Perkembangan balet di Eropa yang pesat membuat tarian ini akhirnya diadopsi ke Amerika. Pada awal tahun 1900-an, tur dan pertunjukan balet mulai diadakan di Amerika untuk memikat banyak orang. Seiring dengan keingintahuan orang Amerika dengan balet, akademi balet pun mulai dibuka di sana untuk melatih penari-penari andal untuk tampil pada pertunjukan balet yang besar.

    6. Perkembangan Tari Balet di Indonesia

      Balet masuk ke Indonesia pada masa kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1929. Penari balet> profesional dari Rusia bernama Anna Pavlova datang ke negeri ini untuk melakukan pertunjukan di Bandung, Semarang, dan Surabaya. Pada pertunjukan ini, Anna Pavlova menampilkan repertoar “The Magic Flute”, “Snowflakes”, dan “Divertissements”.

      Lima tahun berselang, grup balet dari Rusia bernama Dandré-Levitoff Russian Ballet datang ke Indonesia untuk melakukan pertunjukan di Batavia, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Dari kunjungan ini, ketertarikan warga Hindia Belanda pada balet semakin tinggi. Akhirnya orang-orang Belanda yang mampu menari balet merintis akademi tari itu di Indonesia.

      Para maestro balet seperti Puck Meijer, Mevrow Zaller, dan Ludwig Werner mengajarkan balet kepada Farida Oetoyo, Nany Loebis, dan Julianti Parani. Melalui gadis-gadis asli Indonesia inilah akhirnya balet mulai berkembang pasca kemerdekaan diraih. Para wanita itu mendirikan akademi balet di Indonesia sehingga tarian yang indah ini bisa berkembang sampai sekarang.

  2. Penari Balet

    Dari abad ke-16 hingga era modern seperti sekarang, penari balet profesional jumlahnya sangat banyak. Bahkan, di antara mereka ada yang memiliki kemampuan hebat sehingga dikenal oleh banyak orang di seluruh dunia. Para penari balet ini mendedikasikan hidupnya untuk balet hingga akhir hayatnya tiba.

    • Anna Pavlova (1881-1931)

      Anna Pavlova adalah legenda balet dunia yang berasal dari Rusia. Wanita cantik yang sangat lihai dalam menunjukkan teknik balet ini menjadi role model bagi banyak penari balet wanita di zamannya. Dengan pembawaan yang kalem tapi tegas, Anna mampu menampilkan tariannya dengan sempurna di banyak tempat di dunia. Dia adalah balerina pertama yang mengadakan tur keliling dunia.

    • Vaslav Nijinsky (1889-1950)

      Memasuki abad ke-19, tari balet memang identik dengan penari wanita. Namun, kemampuan hebat dari Vaslav Nijinsky membuatnya bisa bersinar dan sejajar dengan Anna Pavlova. Vaslav adalah penari dari Rusia dan juga koreografer yang andal. Ciri khas dari gerakan Vaslav adalah intens, dalam, dan memiliki karakteristik yang unik. Dia adalah koreografer hebat yang menguasai teknik dan juga seni balet dengan sempurna.

    • Galina Ulanova (1910-1998)

      Galina Ulanova adalah balerina papan atas Rusia yang mengawali kariernya setelah Anna Pavlova. Dia dikenal sebagai penari dengan bakat yang hebat sehingga selalu menjadi pemeran utama di setiap pertunjukan teater. Setidaknya selama 16 tahun dia menjadi prima ballerina assoluta yang menandai kehebatannya dalam menampilkan tarian balet. Pada tahun 1956, Galina pernah tampil di Royal Opera House dan mengubah dunia balet di Inggris untuk selamanya. Segala teknik balet yang ada di Inggris langsung mengalami transformasi besar-besaran sejak saat itu.

    • Mikhail Baryshnikov (1948-)

      Kemampuan Mikhail Barysnikov dalam menari tidak bisa ditampik lagi. Lahir setelah perang dunia II berakhir, dia akhirnya hijrah ke Amerika. Di American Ballet Theater dia tampil dengan memukau dan membuat banyak penonton selalu membeludak setiap harinya. Saat ini Mikhail sudah pensiun dari panggung profesional. Namun dia tetap menyalurkan kreativitasnya dalam balet menjadi gerakan yang lebih kontemporer.

    • Natalia Makarova (1940-)

      Natalia Makarova adalah penari balet profesional dari Rusia yang lebih memilih untuk berkarier di Amerika. Melalui American Ballet Theater dan Royal Ballet, namanya semakin melambung tinggi dan dikenal banyak orang. Ciri khas tarian Natalia adalah kemampuannya melakukan high extention atau mengangkat kaki setinggi mungkin ke atas. Kemampuan Natalia yang hebat dalam high extention membuat teknik ini wajib dikuasai oleh balerina setelah dirinya.

  3. Sepatu Balet

    Sejak dikembangkan oleh Louise XIV pada abad ke-17, para penari balet masih menggunakan sepatu yang memiliki heels atau hak. Seiring dengan transformasi balet di berbagai bidang, penggunaan sepatu mulai diperhatikan. Pada abad ke-18 sepatu balet dengan sol dan tanpa hak mulai diperkenalkan. Sejak saat itu, sepatu dengan hak mulai dihilangkan hingga sekarang.

    Sepatu balet biasanya memiliki karakteristik berupa sol dari bahan suede atau kulit hewan yang lembut. Kulit hewan ini biasanya digunakan sebagai sol yang hanya menutupi sebagian permukaan bawah sepatu. Seiring dengan berjalannya waktu, sepatu balet mengalami banyak  perubahan sehingga lebih elastis dan nyaman digunakan. Berikut tipe-tipe sepatu balet yang banyak digunakan untuk latihan dan pertunjukan.

    1. Jenis Sepatu Balet Berdasarkan Sol

      Ada dua tipe sepatu balet berdasarkan tipe sol yang digunakan. Tipe pertama adalah sol penuh (full sole) dan yang kedua adalah sol terpisah (split sole).

      • Sol Penuh (Full Sole)

        Sepatu pertama yang digunakan oleh para penari balet pemula adalah jenis sol penuh. Sepatu ini memiliki sol yang bersambung mulai dari depan hingga belakang tanpa jeda. Sol yang digunakan terbuat dari bahan yang lentur sehingga cukup nyaman digunakan untuk melakukan latihan harian sebelum tampil dalam pertunjukan yang sesungguhnya.

        Sepatu Balet Sol Penuh

        Sepatu dengan sol penuh ini banyak digunakan oleh mereka yang masih pemula. Para penari yang baru saja mempelajari balet akan direkomendasikan menggunakan sepatu ini. Penggunaan sepatu ini akan membuat kaki bekerja keras untuk mencapai en-pointe. Seiring dengan berjalannya waktu, sepatu ini akan membuat otot pada kaki semakin kuat. Kaki akan semakin mudah melengkung atau membengkok sebelum akhirnya berganti sepatu ke model sol terpisah.

      • Sol Terpisah (Split Sole)

        Setelah menguasai teknik dasar tari balet dengan baik, para penari balet akan berpindah menggunakan jenis sepatu dengan sol terpisah. Sepatu balet dengan jenis ini hanya memiliki sol pada bagian depan dan belakang. Permukaan yang tebal tidak ada di bagian tengah sehingga untuk membuat arch atau melengkungkan telapak kaki akan lebih mudah.

        Sepatu Balet Split Sole Ballet Shoes

        Sepatu jenis split sole ini digunakan untuk melatih kelenturan pada kaki. Menggunakan sepatu jenis ini akan memudahkan pengguna untuk melakukan gerakan yang lebih lincah. Setelah terbiasa menggunakan sepatu dengan sol terpisah ini. Seorang penari akan mulai dikenalkan dengan sepatu yang tidak memiliki sol di depan atau belakang tapi pada ujung kaki saja supaya dapat berjinjit dengan mudah.

    2. Jenis Sepatu Balet Berdasarkan Ujungnya (Pointe)

      Setelah menggunakan dua jenis sepatu balet yang memiliki sol, penari akan mulai diperkenalkan pada penggunaan sepatu balet jenis pointe yang memiliki kekhususan pada bagian ujungnya. Penari yang sudah menggunakan sepatu ini bisa lebih banyak memberikan tumpuan pada jari-jari kakinya.

      • Demi Pointe

        Sepatu jenis demi pointe memiliki fitur gabungan antara sepatu yang lembut dan sepatu jenis pointe yang lebih kaku. Pada bagian depan sepatu ini terdapat ruang lembut untuk jari-jari kaki. Bagian sayap dari sepatu juga tidak terlalu menjorok ke dalam sehingga lebih nyaman digunakan oleh pemula atau digunakan untuk latihan.

        Sepatu Balet Demi Pointe Ballet Shoes

        Sepatu jenis ini lebih lentur jika dibandingkan dengan jenis pointe. Kelebihan ini membuat siapa saja mudah berjinjit tanpa mengalami sakit di bagian samping telapak kaki dan jari-jarinya. Sepatu jenis demi pointe ini digunakan untuk memberi latihan sebelum penari balet beralih menggunakan jenis pointe yang lebih kaku di bagian samping dan ujung.

      • Pointe

        Sepatu balet jenis pointe memiliki struktur yang lebih kaku jika dibandingkan dengan sepatu demi pointe. Sepatu ini biasanya dibuat secara individu agar lebih melekat secara sempurna pada kaki. Meski dibuat secara khusus, struktur bagian dalamnya tetaplah sama dan tidak bisa diubah lagi. Struktur itu berupa bagian pembungkus kaki yang lebih kaku untuk memudahkan pengguna berjinjit menggunakan jari kakinya.

        Bagian kerangka dari sepatu balet jenis pointe ini juga kaku untuk memudahkan pengguna melakukan en-pointe. Bagian sayap dari telapak kaki akan ditekan ke dalam sehingga gerakan yang dihasilkan bisa mengalir dengan lebih baik. Sepatu balet jenis pointe biasanya dibuat sesuai dengan warna kaki. Hal ini dilakukan agar para penari terlihat tidak memakai sepatu saat melakukan pertunjukan.

    3. Jenis Sepatu Balet Berdasarkan Bahannya

      Ada tiga bahan yang biasanya digunakan untuk membuat sepatu balet, yaitu satin, kanvas, dan kulit. Masing-masing jenis sepatu ini memiliki fungsi yang berbeda-beda—untuk latihan atau pertunjukan.

      • Satin

        Sepatu jenis satin lebih banyak digunakan untuk pertunjukan karena lebih memberikan kesan estetik bagi para penggunanya. Sepatu balet ini tidak bisa melar seperti jenis lain sehingga agak susah untuk menyesuaikan bentuk kaki. Kekurangan sepatu satin adalah tidak dapat digunakan terlalu lama. Biasanya hanya beberapa jam saja dalam pertunjukan.

      • Kanvas

        Sepatu jenis kanvas memiliki ketahanan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis satin. Sepatu balet jenis kanvas lebih nyaman dan bisa menyesuaikan dengan bentuk kaki. Sepatu kanvas juga mudah dirawat dan dibersihkan sehingga pengguna tidak harus sering berganti sepatu. Menggunakan sepatu kanvas juga membuat penari balet lebih nyaman bergerak di permukaan lantai dibandingkan menggunakan sepatu balet jenis lainnya.

      • Kulit

        Sepatu balet yang menggunakan bahan kulit dikenal lebih awet dibandingkan sepatu jenis lain. Meski untuk urusan kenyamanan, sepatu balet berbahan kulit masih kalah dengan jenis kanvas. Namun, sepatu jenis ini baik untuk melatih kaki. Menggunakan sepatu balet yang berbahan kulit akan membuat otot di kaki berkembang dengan baik seiring dengan berjalannya waktu.

  4. Baju Balet

    Ada beberapa jenis baju balet yang digunakan untuk keperluan pertunjukan dan latihan. Setiap baju yang digunakan memiliki fungsi masing-masing sehingga penggunaannya tidak bisa diselang-seling.

    • Leotard dan Unitard

      Leotard adalah jenis baju balet yang banyak digunakan oleh para balerina. Bentuknya mirip dengan baju renang dengan bagian kaki dibiarkan terbuka. Karena balet menekankan pada gerakan kaki yang sempurna, leotard banyak digunakan untuk memberikan keleluasaan pada gerakan kaki dalam melangkah dan juga melakukan high extention. Leotard yang banyak dipakai oleh balerina biasanya tanpa lengan. Namun, ada juga yang berlengan pendek hingga panjang sesuai dengan preferensi masing-masing.

      Berbeda dengan leotrad, unitard justru berbentuk memanjang pada bagian kakinya. Baju balet jenis ini bisa digunakan untuk pria dan wanita. Baju jenis ini lebih melekat pada tubuh dan memberikan kenyamanan ekstra. Pengguna baju ini akan tampil lebih memesona di depan panggung karena lekuk tubuhnya terlihat dengan sempurna.

    • Tutu

      Tutu adalah jenis baju balet yang digunakan untuk dekorasi di luar leotrad atau unitard. Baju ini memberikan tema yang berbeda-beda di setiap pertunjukannya. Setidaknya ada beberapa jenis tutu yang kerap digunakan. Jenis pertama adalah tutu dengan gaya romantis yang diadaptasi dari periode abad ke-18. Tutu jenis ini menggunakan rok yang memanjang ke bawah hingga menutupi lutut.

      Tutu selanjutnya yang banyak digunakan untuk pertunjukan adalah jenis klasik. Tutu jenis ini menyerupai berbentuk rok yang melebar ke samping sehingga kaki penari terlihat dengan jelas. Tutu jenis ini banyak digunakan untuk pertunjukan sejak dahulu hingga sekarang.

    • Kostum Bertema

      Pertunjukan balet kontemporer tidak menggunakan elemen standar balet, termasuk bajunya. Biasanya baju yang digunakan lebih modern dan disesuaikan dengan konsep dan jalan cerita. Yang tetap dipertahankan pada kostum ini adalah sepatu, supaya gerakan balet yang luwes tetap bisa ditunjukkan di hadapan banyak orang.

    • Baju Latihan

      Untuk latihan, penari biasanya tidak menggunakan baju balet jenis unitard atau leotard. Mereka lebih suka menggunakan jenis legging dan atasan berupa baju yang lebih longgar. Dalam latihan, semua baju olahraga bisa dipakai asal lentur dan memudahkan siapa saja melakukan gerakan balet.

  5. Balet Anak

    Balet mulai diajarkan kepada anak-anak di usianya yang masih muda. Hal ini dilakukan  karena gerakan pada balet menuntut kelenturan tubuh dan kekuatan fisik terutama pada kaki. Jika sejak kecil tari balet telah diajarkan, para penari akan memiliki ketahanan kaki yang bagus sehingga gerakan demi gerakan bisa dilakukan dengan mudah.

    Balet pada anak diajarkan saat usia mereka 2-4 untuk wanita dan 5-7 tahun untuk pria. Mereka yang ingin anaknya memiliki karier profesional di dunia balet akan mulai mengirim anaknya ke akademi di usia yang masih muda untuk mempelajari dasar-dasar balet secara terperinci.

    • Usia 2 Tahun

      Seperti yang telah dibahas sebelumnya, anak bisa mulai diajarkan balet saat usianya masih dua tahun. Dia bisa didaftarkan ke tempat kursus dengan didampingi oleh orang tua. Konsep balet pada usia 2 tahun adalah untuk memperkenalkan gerakan, musik, dan kreativitas dalam bermain. Anak-anak tidak dipaksa untuk mempelajari gerakan dasar karena konsepnya masih bermain dan bersenang-senang. Seiring dengan berjalannya waktu, orang tua tidak akan menemani anak lagi di dalam kelas karena mereka sudah berani mengikuti pelajaran sendiri.

    • Usia 3 Tahun

      Saat anak berusia tiga tahun, mereka sudah tidak ditemani lagi oleh orang tuanya. Anak sudah berani berada di dalam kelas sendiri dan mengikuti pelajaran dari pelatih. Saat anak berusia tiga tahun, pelatih akan mengajari mereka gerakan-gerakan yang menyenangkan. Gerakan ini akan melatih koordinasi tubuh sehingga lambat laun anak bisa menguasai keterampilan motorik. Kreativitas dan kemampuan mengekspresikan sesuatu lewat muka dan gerakan menjadi tujuan dari pelatihan ini.

    • Usia 3-5 Tahun (Anak Laki-Laki)

      Anak laki-laki dengan usia 3-5 tahun dibagi menjadi dua kelas. Kelas pertama dengan rentang usia 3-4,5 tahun akan diajarkan gerakan yang mengeksplorasi sisi atletik pada anak. Mereka akan dibebaskan melakukan gerakan-gerakan yang mengekspresikan pikiran mereka. Misalnya, mereka diperbolehkan melakukan gerakan dari tokoh superhero yang merek sukai.

      Saat usia anak mendekati 5 tahun, mereka akan mulai diarahkan gerakannya. Anak juga akan diajarkan tentang musik, ritme, dan koordinasi yang tepat. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membuat anak menjadi lebih sehat dan memiliki kesadaran musikal yang tinggi. Balet adalah tarian yang gerakannya berpadu dengan musik. Maka, mengenalkan musik sejak dini akan memudahkan anak mempelajari balet di kemudian hari.

    • Usia 4 Tahun

      Anak-anak perempuan yang telah berusia empat tahun akan mulai diajarkan bergerak dengan koordinasi yang tepat. Mereka akan mulai dituntut untuk mampu percaya diri dan mengekspresikan setiap gerakannya. Anak juga mulai diajarkan untuk menyukai musik yang akan digunakan dalam gerakan.

    • Usia 5-7 Tahun

      Memasuki usia 5 tahun, anak-anak mulai diajarkan hal-hal berbau balet, mulai dari istilah hingga gerakan-gerakan dasarnya. Kelas ini biasanya dibagi menjadi tiga tingkatan dengan kesulitan yang berbeda-beda. Setelah anak lulus dari kelas ini, mereka akan mulai latihan balet sesungguhnya dengan prosedur yang lebih serius. Biasanya dalam seminggu, latihan bisa dilakukan lebih dari 2 kali. Mereka yang ingin masuk ke ranah profesional bahkan bisa menjalani latihan hingga 5-6 kali seminggu.

Demikianlah uraian tentang tari balet. Semoga bisa menambah pengetahuan Anda tentang tarian yang menjadi simbol keeleganan ini.

LEAVE A REPLY