Sekolah TK di BSD City dan Tips Memilih Sekolah TK

Dengan banyaknya pilihan sekolah TK di BSD City yang masing-masing menawarkan kelebihan dan keunikan, orang tua dibingungkan dengan penawaran yang ada. Belum lagi, maraknya seminar ataupun webinar oleh para psikolog dan tokoh-tokoh pemerhati anak. Namun, walaupun semuanya memaparkan segudang teori mengenai tumbuh kembang dan pendidikan anak, tak ada satupun yang dapat memberi kesimpulan, sebetulnya sekolah mana sih, yang terbaik untuk anak.

Sekolah TK di BSD City dan Tips Memilih Sekolah TK

Ini disebabkan karena setiap anak unik, dan setiap anak membutuhkan stimulasi yang berbeda. Adalah merupakan tugas orang tua, untuk selalu terus belajar mengenai perkembangan anak dan tidak lelah dalam mengeksplorasi berbagai macam pilihan pendidikan yang terbaik bagi anak. Seminar dan workshop hanya berfungsi sebagai bahan pertimbangan orang tua. Untuk Ayah dan Bunda yang tinggal di BSD City dan sedang mencari-cari sekolah TK di BSD City, sebelum menjatuhkan pilihan, mari kita simak ulasan singkat mengenai sekolah TK dan manfaatnya, yang mungkin dapat membantu pertimbangan Ayah dan Bunda mencari sekolah TK di BSD City.

Apakah itu Sekolah TK?

Sekolah taman kanak-kanak atau biasa disingkat sekolah TK adalah jenjang pendidikan formal untuk anak usia dini. Yang termasuk dalam usia dini adalah anak berumur antara 0 hingga 6 tahun. Dalam bahasa Inggris, sekolah TK disebut kindergarten. Karena itu, sekolah TK juga populer dengan sebutan “kindy”.

Walaupun pelajaran TK tidak banyak macamnya dan sering disebut sekolah yang kegiatannya hanya bermain, namun sekolah TK memiliki kurikulum yang jelas. Kurikulum TK disusun sedemikian rupa dengan tujuan membantu perkembangan dasar anak yang mencakup perkembangan jasmani, rohani, kognitif, dan emosional anak.

Selain sekolah TK, ada pula kelompok taman bermain atau playgroup, yang termasuk dalam pendidikan usia dini (PAUD) atau dalam bahasa Inggris disebut preschool, dengan kisaran umur 1 hingga 4 tahun.

Dilihat dari pengelompokannya, sekolah TK dapat dibagi menjadi lima kelompok umur, yaitu:

  • Toddler / kelas bermain untuk usia antara 1.5 – 2 tahun.
  • Pre-Nursery untuk usia antara 2 – 3 tahun.
  • Nursery untuk usia antara 3 – 4 tahun.
  • Kindergarten 1 / TK Kecil untuk usia antara 4-5 tahun.
  • Kindergarten 2 / TK Besar untuk usia antara 5-6 tahun.

Anak-anak TK tergolong masih sangat muda dan belum bisa menerima pengertian seperti anak-anak yang lebih tua usianya. Karena itulah, sekolah TK memiliki metode mengajar yang berbeda dengan anak berusia di atas 7 tahun. Pendidik sekolah TK harus memiliki kemampuan khusus dalam berinteraksi dengan murid-murid kecilnya, selain juga kesabaran dan kesigapan dalam membaca gerak-gerik anak-anak didiknya. Terutama, karena anak TK belum bisa berkomunikasi dengan sempurna menggunakan kata-kata.

Apa Manfaat Sekolah TK?

Sekolah TK sangat bermanfaat untuk:

  1. Mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu sekolah dasar (SD). Walaupun hal ini bukanlah tujuan utama sekolah TK, namun stimulasi yang didapat anak sangat bermanfaat untuk perkembangan anak kelak. Di sekolah dasar, anak diharapkan dapat belajar dengan mandiri, bersosialisasi dengan baik, dan mengikuti instruksi guru atau pendidik dengan tanggap.
  2. Merupakan alat bantu orang tua dalam memberikan stimulasi tepat dan seimbang untuk anak, dengan meliputi stimulasi untuk lima indera: penglihatan, pengecapan, pendengaran, penciuman, dan peraba.
  3. Memperkenalkan kehidupan berkomunitas pada anak. Selama ini, anak berada dalam lingkungan rumah yang anggotanya sudah ia kenal sejak kecil. Dengan bertemu orang-orang baru di sekolah, anak mengenal komunitas yang lebih luas, dalam lingkungan yang sudah dibentuk sedemikian rupa oleh sekolah.

Manfaat sekolah TK yang lainnya juga tergantung pada kurikulum yang digunakan oleh sekolah tersebut. Setiap jenis kurikulum TK memiliki perbedaan tema pelajaran, cara mengajarkannya, dan hasil yang diharapkan. Jadi, dalam memilih sekolah anak, hendaknya orang tua dan sekolah bersama-sama menyamakan pandangan mengenai tujuan yang ingin dicapai sang anak dalam bersekolah.

Perbedaan persepsi antara sekolah dan orang tua dapat mengakibatkan kebingungan pada anak dan kekecewaan kedua belah pihak. Hal ini disebabkan, karena pada prinsipnya pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab orang tua.

Peran sekolah TK hanyalah membantu orang tua dalam mengarahkan anak mencapai tujuan orang tua. Walaupun orang tua mengenal dan mengerti anak mereka masing-masing, namun sering kali orang tua tidak memiliki sarana dan pengetahuan yang cukup, dalam menstimulasi kemampuan maksimal anak. Karena itulah, orang tua membutuhkan sekolah TK dalam membantu mendidik anak.

Apa Saja Kemampuan Yang Dimiliki Anak TK?

  1. Kemampuan menyerap beberapa bahasa dengan cepat

    Penelitian menyatakan bahwa usia 0-6 tahun yang merupakan masa-masa awal kehidupan anak, adalah usia emas bagi perkembangan fisik dan otak anak. Pada usia ini, anak menyerap dengan sangat cepat semua informasi yang diberikan kepada mereka.

    Disebut pula dalam berbagai penelitian, usia ini merupakan usia yang sangat pas bagi anak untuk belajar bahasa selain bahasa ibunya. Bukan hanya satu bahasa, namun hingga empat bahkan lima bahasa sekaligus! Dengan dasar penelitian inilah, banyak sekolah TK di BSD City yang kini menggunakan lebih dari satu bahasa pengantar materi di sekolah. Selain mengembangkan kemampuan berbahasanya, anak juga terstimulasi otaknya.

    Dalam berbagai konsep kecerdasan, bahasa selalu menjadi salah satu bagian dari unsurnya. Intellectual Quotient atau akrab kita kenal dengan IQ mengandung unsur bahasa, demikian juga dengan Mutiple Intellegence atau kecerdasan majemuk yang saat ini banyak didengungkan. Teori kecerdasan majemuk, dikembangkan oleh seorang psikolog perkembangan dan profesor pendidikan dari Harvard University, Amerika Serikat, bernama Howard Gardner.

    Dalam teorinya, Gardner menjelaskan bahwa setiap orang memiliki banyak jenis kecerdasan, namun dengan kadar pengembangan yang berbeda antara kecerdasan yang satu dengan kecerdasan lainnya. Jadi, menurut Gardner, tidak ada anak bodoh atau pintar. Yang ada, anak yang menonjol di salah satu atau beberapa jenis kecerdasan.

    Salah satu jenis kecerdasan yang dimaksud Gardner adalah kecerdasan linguistik. Orang-orang yang memiliki kecerdasan ini dapat menggunakan kata-kata secara efektif, secara lisan dan tulisan. Anak-anak dengan kecerdasan linguistik dapat dengan mudah mempelajari beberapa bahasa sekaligus. Karena itulah, pemaparan beberapa bahasa sejak dini, bisa saja berperan sangat penting bagi perkembangan otak anak.

    Sebenarnya, perkembangan anak di masa golden age ini sangat dipengaruhi pula oleh asupan gizi dan stimulasi yang diterima anak. Namun, mengingat setiap anak berbeda minat dan bakatnya, perkembangan tiap anak akan berbeda, walaupun menerima asupan gizi dan stimulasi yang sama. Orang tua perlu mengingat bahwa anak-anak mereka unik dan menerima talenta yang berbeda dari Yang Maha Kuasa.

  2. Kemampuan meniru orang-orang di sekitarnya

    Di usia yang muda, anak TK sudah bisa membedakan perbuatan yang disukai dan yang tidak disukai orang tuanya. Namun, mereka belum dapat memahami apa yang menyebabkan sesuatu dinilai baik atau buruk. Dengan perkembangan otak yang sangat cepat, anak-anak cenderung meniru perilaku dan perkataan orang-orang dewasa atau anak-anak lain di sekitarnya.

    Namun, hal ini merupakan hal yang tidak dapat dikontrol oleh pendidik atau sekolah sepenuhnya. Anak bisa saja meniru orang tua atau asisten rumah tangga di rumah, mendengar via radio atau menonton di televisi. Pendidik di sekolah dapat membantu memberikan pengarahan kepada anak, mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak, melalui beragam media. Misalnya, pendidik dapat menggunakan cerita dengan nilai moral yang relevan dengan kejadian sehari-hari, untuk memberikan pengertian kepada anak.

    Sebaliknya, anak-anak juga dengan cepat dapat beradaptasi meniru kebiasaan baik yang kita terapkan sejak dini. Misalnya: kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, menyikat gigi sebelum tidur, menyapa orang tua dengan hormat, dan kebiasaan lainnya yang ingin orang tua ajarkan kepada anak. Dengan keteraturan dan konsistensi dalam mengajarkan anak, maka hasil yang baik juga akan kita dapatkan.

    Pada masa-masa ini juga, anak-anak dapat belajar menyatakan empati. Walaupun mungkin ada beberapa hal yang belum mereka mengerti, orang tua dan pendidik dapat menumbuhkan rasa belas kasihan dan rasa maklum terhadap anak, dengan cara menunjukkan simpati kepada anak akan kejadian buruk yang ia alami. Misalnya, ketika anak terjatuh, orang tua bisa menyatakan simpati kepada anak dengan kata-kata seperti, “Pasti sakit, ya? Mari Ibu bantu obati …”

    Dalam kejadian sehari-hari, anak akan dapat mencontoh reaksi orang tua atau pendidik dan mencocokkan dengan reaksinya sendiri, ketika menyaksikan orang lain mengalami hal serupa. Reaksi panik, marah, atau reaksi lainnya yang tidak pantas dari orang dewasa di sekitarnya, akan dapat pula ditiru oleh anak.

Pendidikan Apa Saja yang Anak Dapatkan di Sekolah TK?

Dengan berpatokan pada kurikulum yang telah ditetapkan oleh sekolah, para pendidik menuangkan prinsip dasar tersebut pada ide dan kreativitas, untuk membuat kegiatan yang membantu stimulasi anak. Tentunya, dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak.

Karena anak TK identik dengan bermain, belajar dengan permainan merupakan cara mendidik anak TK yang ideal. Bermain sambil belajar bisa dilakukan dalam ruangan maupun di alam terbuka – tergantung pada fasilitas sekolah. Jika kurikulum pelajaran merujuk pada mengenal benda-benda dalam ruangan kelas, maka pelajaran hari itu akan dilakukan di dalam kelas. Dan sebaliknya, kurikulum yang membahas tentang tumbuhan atau cuaca, bisa lebih maksimal dilakukan di halaman sekolah. Berikut beberapa pendidikan dasar yang didapatkan di sekolah TK:

  • Pendidikan karakter, dengan mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak. Misalnya: menyapa pendidik ketika baru tiba di sekolah dan berpamitan ketika meninggalkan sekolah, mencuci tangan sebelum makan, mengembalikan mainan pada tempat semula sehabis bermain.
  • Pendidikan emosional. Anak usia TK sedang belajar memahami berbagai macam emosi, salah satunya adalah rasa kecewa. Kecewa karena tidak mendapatkan sesuatu atau kecewa karena ulah teman, misalnya. Namun apapun sebab kekecewaan tersebut, pendidik berupaya agar anak dapat melalui kekecewaannya dengan aman dan dapat mengatasi perasaan tersebut.
  • Pendidikan sosial. Bersosialisasi dengan orang lain, membuat anak perlahan mengerti bahwa ada norma-norma dalam masyarakat dan aturan konvensional yang harus ditaati. Misalnya: tidak boleh memukul teman, tidak mau berbagi mainan akan menyebabkan teman menjauh, mengompol di celana adalah hal yang memalukan, dan lain sebagainya.

Sekolah Seperti Apa Yang Sesuai Untuk Anak Saya?

Dalam memilih sekolah, tentunya banyak pertimbangan yang harus dipikirkan oleh orang tua. Sekolah TK di BSD City yang biasanya durasi sekolah antara 3 hingga 5 jam, bukanlah waktu yang pendek untuk anak usia dini. Orang tua harus yakin dan percaya bahwa sekolah yang dipilih mampu untuk menjaga dan mendidik anak, serta dengan mantap menyerahkan segala keputusan kepada sekolah selama anak berada di sekolah, selama jam sekolah berlangsung.

Berikut beberapa tips sebelum memutuskan memilih sekolah TK di BSD City:

  1. Sebaiknya ayah dan ibu bersepakat satu sama lain mengenai apa saja yang menjadi kriteria sekolah yang menjadi kebutuhan anak dan orang tua.
  2. Membuat catatan kriteria tersebut, yang merupakan bekal orang tua dalam memilih sekolah yang paling sesuai dengan kebutuhan.
  3. Hendaknya orang tua mengunjungi terlebih dahulu beberapa sekolah TK yang sesuai dengan kriteria umum yang dikehendaki orang tua.
  4. Kriteria yang umumnya menjadi pertimbangan para orang tua adalah: jarak rumah dengan sekolah, biaya sekolah, kurikulum yang digunakan sekolah, fasilitas dan sarana sekolah, kebersihan dan suasana ruangan kelas dan tempat bermain anak, dan lain sebagainya.
  5. Setiap sekolah TK di BSD City biasanya memiliki metode pengajaran yang berbeda. Orang tua hendaknya menanyakan di awal secara jelas kepada sekolah, mengenai cara mengajar yang digunakan sekolah tersebut, dan apakah cara mengajar tersebut dapat diterapkan pula di rumah oleh orang tua.

Berikut ada dua metode mengajar yang umum digunakan oleh banyak sekolah:

  1. Metode Montessori
    Salah satu metode yang termasyur sejak akhir abad 19 adalah metode Montessori, yang ditemukan oleh seorang pendidik dari Italia bernama Dr. Maria Montessori. Metode pendidikan ini menekankan pada kemandirian, kebebasan, dan keteraturan anak. Pendidik di sekolah dengan metode Montessori disebut sebagai “pembimbing.” Ini disebabkan karena pendidik dalam sekolah ini berperan sebagai pengamat dan fasilitator yang hanya mengawasi perkembangan anak-anak dalam melakukan aktifitas mereka.

    Dalam sebuah ruangan yang disiapkan, anak-anak bebas memilih aktivitas yang mereka kehendaki. Ruangan tersebut diisi dengan berbagai macam peralatan yang dirancang sedimikian rupa, sehingga apapun yang dikerjakan oleh anak, selalu ada pelajaran yang dapat dipetik oleh anak. Peralatan Montessori tersebut tidak memerlukan contoh dalam pengerjaannya. Semua alat Montessori dirancang agar anak menyadari sendiri jika ia salah dalam mengerjakannya dan berusaha memperbaikinya sendiri.

    Sebuah sekolah dapat menggunakan metode Montessori secara menyeluruh, atau hanya mengadopsi sebagian metodenya. Metode hanya salah satu cara mengajar, dan bukan merupakan sistem pendidikan sekolah.

  2. Metode Piaget
    Jean Piaget yang merupakan pencetus metode ini adalah seorang peneliti dan penulis yang berfokus pada perkembangan intelegensi manusia. Menurut Piaget, dasar dari pembelajaran seorang anak adalah aktivitas sosial anak. Interaksi anak dengan orang lain dalam suatu proses sosial memainkan peranan penting dalam mengembangkan pandangannya terhadap alam.

    Inti metode ini adalah mendorong anak untuk bertukar ide dengan orang lain. Anak yang awalnya memiliki pandangan subyektif, dapat mulai memahami sesuatu secara obyektif. Sekolah yang mengadopsi metode Piaget memfokuskan pembelajaran anak dengan menstimulasi anak berinteraksi dengan anak lain, dengan beberapa cara khusus yang dirancang pelaksanaannya dalam kurikulum sekolah.

Selain perbedaan metode yang digunakan, sekolah TK juga menyediakan berbagai macam fasilitas dan agenda kegiatan untuk mengenalkan mengenai kebersihan dan kesehatan kepada murid-muridnya. Misalnya:

  • Bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk menjadwalkan imunisasi anak.
  • Bekerja sama dengan dokter gigi untuk memberikan penyuluhan sederhana mengenai pentingnya kebersihan gigi dan cara menggosok gigi yang benar.
  • Memiliki fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan.
  • Pendidik menguasai tindakan Basic Life Support (bantuan hidup dasar).
  • Menyediakan peralatan untuk keadaan darurat seperti misalnya alat pemadam kebakaran.

Kurikulum TK Mayoritas Sekolah TK Di BSD City

Tugas pendidik yang utama adalah memberikan stimulasi pada anak dan mengevaluasi tanggapan anak atas stimulasi tersebut. Keberhasilan anak dalam mengikuti kurikulum biasanya tidak dinilai dengan angka, namun dengan melihat perkembangan anak atas stimulasi yang diberikan, dari waktu ke waktu.

Di Indonesia, kurikulum TK di sebuah sekolah tidak harus sama dengan kurikulum di sekolah TK yang lain. Begitupun sekolah sekolah TK di BSD City, walaupun berbeda metode dan konsep pembelajarannya, tujuan sekolah TK pada umumnya serupa.

Tentu, ada sekolah TK yang memberikan beberapa kelebihan pada kurikulumnya. Misalnya sekolah TK Apple Tree BSD yang merupakan preschool terbaik di BSD, memiliki kurikulum bahasa Inggris, bahasa Mandarin, pelajaran musik, tari balet, robotik, dan lainnya. Mata pelajaran tambahan tersebut akan dirasa penting jika orang tua merasa kurikulum tersebut dirasa berguna bagi anak-anak mereka kelak.

Kurikulum sekolah TK di BSD City seperti Apple Tree BSD umumnya mencakup beberapa area seperti:

  1. Sosial dan emosional

    Anak TK belum dapat mengenali dengan jelas perasaan yang timbul dalam hatinya, dan membutuhkan pertolongan untuk mengerti apa yang sedang ia rasakan dan bagaimana menyampaikan perasaan tersebut.

    Ketika anak menangis karena capek dan mengantuk misalnya, pendidik perlu membantu anak mengenali bahwa yang ia rasakan itu adalah rasa lelah dan ingin tidur, sehingga pada akhirnya anak dapat mengkomunikasikan perasaannya dengan baik.

    Seorang anak yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik akan terganggu emosinya, karena ia tidak dapat menemukan solusi permasalahan yang ia hadapi, dan juga sulit untuk meminta bantuan kepada orang lain.

  2. Bahasa dan komunikasi

    Sebagian sekolah TK di BSD Citymenggunakan dua atau lebih bahasa pengantar untuk berkomunikasi dengan murid. Anak-anak dengan kemampuan linguistik yang tinggi akan menemukan manfaat maksimal dari kurikulum ini.

  3. Matematika berdasarkan logika

    Matematika sederhana juga sudah mulai dapat dipelajari oleh anak TK. Misalnya, menyebutkan angka secara berurutan dan mengenal bentuk-bentuk dua dimensi pada umumnya seperti: lingkaran, segitiga, persegi, dan persegi panjang.

    Secara bertahap, pendidik dapat mengajarkan mencocokkan angka yang sesuai dengan jumlah bentuk, pengelompokan bentuk-bentuk tersebut, membandingkan ukuran antara dua bentuk, dan lainnya.

  4. Sains sederhana

    Sains atau ilmu alam merupakan hal-hal yang dapat dipahami oleh indera kita, yaitu: penglihatan, sentuhan, pendengaran, pengecapan, dan rabaan.

    Belajar sains identik dengan percobaan-percobaan dengan menggunakan alat-alat sederhana dan cenderung berakhir dengan keadaan berantakan, karena anak TK sangat gemar bermain dan bereksperimen dengan barang-barang yang ada di sekitarnya.

    Percobaan sains sederhana, sebenarnya bisa dilakukan dengan tertib. Misalnya dengan meraba dua atau tiga jenis kain yang berbeda. Anak dapat mengurutkan kain tersebut dari yang terhalus teksturnya sampai tekstur terkasar. Dengan kaca pembesar, anak dapat mengamati serat kain-kain tersebut dan perbedaan apa yang mereka miliki sehingga memiliki tekstur yang berbeda.

  5. Fisik dan perkembangan motorik

    Salah satu kemampuan yang berkembang pesat pada usia anak TK adalah kemampuan fisik atau motoriknya. Kegiatan sederhana seperti lempar-tangkap bola, mengayuh sepeda, mengangkat benda dan memindahkannya ke tempat yang ditentukan merupakan hal-hal yang dapat mengasah kemampuan motorik anak.

    Kegiatan sehari-hari yang sederhana seperti ini seringkali dipandang sebelah mata dengan anggapan merupakan hal biasa. Namun bagi anak berusia 4 hingga 6 tahun, kegiatan tersebut membutuhkan tenaga, konsentrasi dan pengertian.

  6. Seni dan budaya

    Mengasah kemampuan motorik juga dapat dilakukan sembari mengenalkan anak pada kesenian dan kebudayaan. Tarian tradisional dengan durasi pendek dapat diajarkan kepada anak, dengan mencontohkan gerakan tarian untuk ditiru anak. Kemampuan anak mengikuti instruksi pendidik dan apakah anak dapat menikmati kesenian tersebut juga merupakan salah satu bahan evaluasi pendidik.

  7. Pengembangan diri dan kepribadian

    Di usia sekolah TK, anak mulai menyadari jenis kelaminnya sendiri dan jenis kelamin teman-temannya. Ia juga belajar beradaptasi ketika bermain dalam kelompok, belajar bahwa ia harus mengantri ketika ingin ke toilet, membantu melayani temannya ketika mendapat giliran piket menjadi lunch helper, misalnya.

Apa Saja Pelajaran yang Didapatkan di Sekolah TK?

Pelajaran TK disesuaikan dengan kurikulum tiap sekolah TK di BSD City. Kurikulum adalah suatu program kegiatan yang terencana, yang ditetapkan pada awal tahun ajaran, sebagai acuan untuk sepanjang tahun itu. Bahan pelajaran setiap harinya disiapkan oleh setiap wali kelas dengan merujuk pada tujuan yang dicanangkan kurikulum.

Misalnya, kurikulum menyebutkan, “Minggu pertama di bulan pertama: Belajar mengenai hewan peliharaan.” Maka selama satu minggu di bulan pertama, pendidik akan menyiapkan beberapa kegiatan yang merujuk pada tema belajar mengenai hewan peliharaan.

Cara menyampaikan pelajaran dapat bervariasi, namun pelaksanaannya sangat tergantung  pada kreativitas pendidik. Pendidik bisa mengangkat tema tersebut melalui kegiatan sehari-hari seperti contohnya:

  • Mengajak anak menggambar dan mewarnai beberapa jenis hewan peliharaan,
  • Prakarya menggunting dan menempel gambar hewan peliharaan,
  • Bermain peran,
  • Menyanyi mengenai hewan yang menjadi topik hari itu,
  • Membaca buku atau mendongeng mengenai jenis-jenis hewan peliharaan,
  • Mengajak anak berdiskusi mengenai hewan peliharaan mereka,
  • dan lain sebagainya.

Sebagus apapun fasilitas dan sarana sekolah serta sebagus apapun kurikulum sekolah, pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sehari-hari, tetaplah sang pendidik yang memegang peranan utama, apakah anak dapat menerima materi yang dirancangkan dengan maksimal. Pendidik menjadi ujung tombak sekolah dalam melaksanakan tujuan sekolah, membantu orang tua dalam stimulasi anak.

Karena itu, sekolah sudah sepatutnya memiliki standar dalam mempekerjakan para pendidik dan staff lainnya. Sekolah juga perlu mengadakan pelatihan untuk pendidik dan program mentoring secara berkala.

Ada pula, sekolah TK di BSD City yang mengajarkan anak untuk mulai belajar membaca, menulis, dan berhitung (biasa disingkat calistung). Sebenarnya, kurikulum pemerintah saat ini melarang sekolah preschool untuk mengajarkan calistung.

Namun, karena dalam kenyataannya banyak sekolah dasar yang memerlukan kemampuan calistung untuk dapat mengikuti pelajaran, banyak orang tua yang khawatir dan ingin agar anaknya diajarkan calistung sejak di sekolah preschool.

Untuk memenuhi permintaan orang tua inilah, banyak sekolah TK di BSD City yang mengajarkan calistung dan bahkan menyebutnya sebagai salah satu keunggulannya. Sekolah TK yang mengadopsi kurikulum dari luar negeri terutama dari negara maju di Asia, juga biasanya memasukkan calistung dalam kurikulumnya.

Sebenarnya, calistung yang diajarkan kebanyakan sekolah TK tidaklah sesulit kedengarannya. Calistung yang diajarkan kepada anak lebih merupakan stimulasi untuk menumbuhkan minat anak untuk membaca, menulis dan berhitung. Aplikasinya pada pelajaran sekolah TK di BSD City, misalnya:

  • Bermain menggunakan flash card untuk memperkenalkan huruf.
  • Mengajak anak mengenal angka dengan mengajak anak membaca jam.
  • Belajar penjumlahan dan pengurangan benda yang diselipkan pada soal-soal cerita.
  • Mengajak anak menghapalkan abjad melalui nyanyian.
  • Menstimulasi jari-jari anak untuk persiapan belajar menulis dengan kegiatan tracing, makan dengan menggunakan sumpit yang ujungnya diikat, dan lain sebagainya.

Ayah dan Bunda, semoga penuturan mengenai sekolah TK di BSD City dan beragam penjelasannya ini, dapat membantu orang tua dalam memutuskan sekolah TK di BSD City mana yang tepat untuk anak, ya. Kesimpulannya adalah, sekolah terbaik bukanlah sekolah yang bagus gedungnya atau mahal uang sekolahnya, namun sekolah yang dapat membantu tujuan orang tua dalam mendidik anak, sesuai kebutuhan orang tua dan anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here