Bingung Memilih Tempat Kursus? Inilah 5 Kursus Anak Paling Direkomendasikan

0
124
Kursus Menari
Kursus Menari

Kita kerap mendengar cerita orang tua yang sering memasukkan putra-putrinya pada macam-macam kursus, khususnya kursus anak yang ditujukan untuk mengejar ketinggalan yang berhubungan dengan kemampuan akademiknya di sekolah. Di lain pihak, ada juga orang tua yang mengikutkan anaknya pada banyak kursus peminatan bakat, entah les musik, balet, bahasa Inggris atau olahraga. Mungkin para orang tua bertujuan baik untuk menentukan bakat dan minat anak, tetapi pada akhirnya terlalu banyak mengikuti kursus membuat anak sulit mencintai aktivitasnya dan berujung pada kelelahan yang justru memengaruhi prestasi belajarnya.

Sebagai orang tua, Anda perlu memahami perangai anak sebelum memutuskan akan memasukkan ke tempat kursus anak. Jangan sampai si anak merasa terbebani dan malah menambah stres yang dialaminya.

Lalu, jenis kursus anak apa saja yang banyak direkomendasikan? Simak berikut ini.

  1. Kursus Musik dan Vokal untuk Anak Pemalu

Belajar Musik
Belajar Musik

Apakah semua jenis kursus musik atau vokal hanya boleh untuk anak pemalu? Tentunya tidak begitu. Namun, ada baiknya orang tua mempertimbangkan manfaat kursus musik jika si anak memiliki masalah dengan rasa percaya diri. Dengan bermusik, anak yang pemalu akan lebih mudah mengekspresikan diri sendiri. Kecerdasan dan kreativitasnya juga secara otomatis meningkat, karena pengenalan instrumen dan not balok membuat otak kiri lebih tajam sehingga kemampuan matematisnya pun bertambah.

  1. Kursus Bela Diri dan Olahraga untuk Anak Aktif dan Agresif

Beladiri & Olah Raga
Beladiri & Olah Raga

Memiliki anak yang terlalu aktif dan agresif kerap membuat orang tua repot dan berpikir keras, kegiatan apa yang bisa menyalurkan energi berlebih si anak. Dengan mengikutkan anak pada kursus seni bela diri dan olahraga, akan menyalurkan energinya yang aktif. Dengan begitu, anak akan memahami pentingnya untuk menyimpan energinya dan lebih berkonsentrasi belajar. Akan lebih baik jika rumah Anda memiliki halaman luas. Anak lebih mudah untuk berolahraga—misalnya main bola dan bulutangkis—tanpa perlu memasukkannya ke tempat kursus.

  1. Kursus Bahasa Asing dan Kursus Akting untuk Anak Cerewet

Belajar Bahasa Asing
Belajar Bahasa Asing

Memiliki anak yang cenderung cerewet tidak selalu melelahkan. Kecerewetan si anak jika tersalurkan dengan baik akan membuatnya menjadi nilai tambah dan menonjol dibandingkan anak lainnya. Menerapkan kursus bahasa asing, misalnya kursus bahasa Inggris, akan baik untuk si anak. Selain melatih kemampuan linguistik, kegemarannya bicara dan berinteraksi dengan orang-orang akan memudahkannya untuk menyerap kemampuan bahasa asing. Dengan begitu, anak memiliki bekal yang baik untuk masa depannya.

Kursus yang bisa diterapkan selain bahasa asing adalah kursus akting. Selain meningkatkan rasa percaya diri, anak akan lebih ekspresif dalam mengembangkan bakatnya.

  1. Kursus Menari untuk Anak yang Overconfidence

Kursus Menari
Kursus Menari

Anak memiliki rasa percaya diri sejatinya adalah hal yang baik. Namun, ada kalanya kadar percaya diri si anak terasa berlebihan. Untuk mengatasi hal itu, akan lebih baik jika anak dikenalkan pada aktivitas berkelompok seperti menari. Dengan berkelompok, anak akan diajarkan kekompakan dan kerja sama yang menekan rasa overconfidence-nya demi sebuah hasil yang lebih baik. Di sisi lain, energinya yang berlebih juga tersalurkan lewat rutinitas gerak dalam menari.

  1. Kursus Menggambar untuk Anak Pasif

Kursus Menggambar
Kursus Menggambar

Anak pasif umumnya kurang gesit dan tidak suka aktivitas fisik. Jenis anak yang agak lama menyesuaikan diri. Tipe anak ini sangat cocok dengan kegiatan menggambar dan seni yang membutuhkan imajinasi, konsentrasi, dan ketekunan. Dengan memasukkannya ke kursus anak khusus menggambar, anak akan lebih mengekspresikan imajinasinya dan duduk-diamnya adalah proses kreatif yang menyenangkan.

Tidak sulit kan menentukan kursus anak yang tepat. Namun perlu diperhatikan, persiapkan satu program kursus untuk tiap anak saja supaya anak lebih fokus dan orang tua bisa melihat dengan jeli, apakah si anak benar-benar menyukai aktivitasnya ataukah justru tidak betah yang merupakan sinyal bagi para orang tua untuk mengalihkan si anak pada bidang lain. Dengan begitu, kursus tersebut akan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here